History


Sejarah Singkat Dakwah Persis Cibatu (±50 Tahun Perjuangan)

 

Setengah abad sudah dakwah Persatuan Islam (Persis) Cibatu bersemi di tanah ini. Perjalanan panjang yang penuh suka dan duka, diwarnai dengan ujian dan tantangan, namun tidak pernah padam oleh semangat para pejuang yang ikhlas mengibarkan panji Qur’an dan Sunnah di bumi Cibatu.

Awal cahaya itu datang pada tahun 1970-an. Saat itu, dakwah Qur’an-Sunnah mulai masuk ke Cibatu melalui pengajian-pengajian yang digerakkan oleh orang-orang yang berafilasi dengan ormas Islam Muhammadiyah. Diantarnya di Pesantren Galmasi, yang kini dikenal sebagai wilayah Kecamatan Kersamanah, lahirlah seorang tokoh kharismatik, KH. Ahmad Badri (Mama Galmasi). Dari beliaulah banyak pemuda dan masyarakat mengenal semangat kembali kepada Al-Qur’an dan Sunnah. Selain di Pesantren Galmasi, pengajian dengan kajian Qur’an Sunnah juga tersebar ke daerah lainnya,  diantaranyan di Masjid Al-Islah Kampung Kondang Sukalilah setiap malam Sabtu bersama KH. Ahmad Badri, serta di berbagai kampung lain seperti : Cilimus Hideung, Salam, dan Sumur Kondang.

Dari sinilah benih-benih kesadaran untuk Kembali Kepada Ajaran yang bersumber dari Al-Qur’an dan As-Sunnah itu tumbuh. Seiring dengan hal itu seorang putra Cikarag Cibatu, Ustadz Sulaeman, yang mengadu nasib berdagang ke Bandung, bersentuhan dengan dakwah Persis di Masjid Cinta Asih Bandung melalui Ustadz Nasrullah sebagai salah satu tokoh di Pimpinan Pusat Persis Pajagalan Bandung saat itu. Ia kemudian membawa api dakwah itu pulang ke tanah kelahirannya kampung Cikarag, mengajak sahabatnya Ustadz Dudung Mahfudin, yang ketika itu berdomisili di Kmp. Kondang Desa Sukalilah untuk bersama-sama memperjuangkan berdirinya Ormas Persis di Cibatu.

Perjuangan ini tidak pernah berdiri sendiri. Tokoh-tokoh lain pun ikut bergabung diantarnya : U. Komarudin, Empar, Tamami, M. Hasan, Habib Rusman, Ali Jumyati, U. Abdullah, Tajudin, Munir, Bustomi, E.Ijudin Ma’mun, dan banyak lagi. Mereka adalah Assaabiquunal Awwalun yang tidak dikenal dunia, namun dicatat malaikat. Dari tangan merekalah terbentuklah Cabang Persis Cibatu sekitar tahun 1975, yang tetap exis sampai saat ini.

Namun jalan dakwah tidaklah mulus. Rencana pelantikan cabang di Kampung Wedasari batal karena aparatur pemerintah pada saat itu melarangnya, karena situasi politik yang masih belum kondusip dampak peristiwa malari di pusat ibu kota  Jakarta. Maka akhirnya, dengan segala keterbatasan, pelantikan resmi PC Persis Cibatu dilakukan di kantor PP Persis Pajagalan Bandung. Sejarah pun mencatat: Persis Cibatu menjadi salah satu cabang yang dilantik di Bandung, karena pada masa itu PD Persis Garut belum terbentuk, sehingga sementara waktu bergabung ke PD Persis Ciawi, Tasikmalaya.

Sejak berdiri, 1975 – sampai saat ini di tahun 2025, kepemimpinan Persis Cibatu terus berganti, membawa warna perjuangan masing-masing. Estafeta kepemimpinan  itu dijalankan oleh para tokoh-tokoh sbb :

  • U. Komarudin Sebagai Nakib ( Pimpinan Jamaah Persis Cikarag yang pertama )
  • M. Hasan, ketua pertama yang meletakkan pondasi awal.
  • Ustadz Dudung Mahfudin, melanjutkan perjuangan dengan mengokohkan jamaah.
  • Ustadz Abdullah, yang menjaga kesinambungan dakwah di tengah keterbatasan.
  • Oyok Sulaeman, mengembangkan pendidikan dan memperluas jaringan dakwah.
  • Dadang Nasrullah, yang kini memimpin dengan semangat Muscab XI menuju Persis Cibatu lebih maju dan bermutu.

Dalam perjalanan dakwah Persis Cibatu, tidak bisa dilupakan peran seorang putra daerah Cikarag yang hijrah ke Jakarta, H. Mukhtar. Beliau menjadi penyokong utama dakwah Persis Cibatu, membantu dengan tenaga, pikiran, dan dana. Bersama rekan-rekannya, seperti E. Ijudin Makmun, Munir, dan U. abdullah, dan lainnya, beliau memastikan perjuangan Persis Cibatu tetap berjalan, meskipun dihadang keterbatasan ekonomi dan sumber daya.

Setelah resmi berdiri, Persis Cibatu fokus pada Pendidikan dan dakwah. Tahun demi tahun lembaga pendidikan lahir diantaranya: Madrasah Diniyah di tahun 1979-an, MI Persis (1983), MTs Persis (1985), MA/Mu‘allimien Persis (1995), hingga kini tengah dirintis pula  Institut Agama Islam (IAI) Persis Cibatu (2025). Dengan Tokoh-tokoh perintis Pendidikan Pesantren Cibatu antara lain : Ustadz Dudung Mahfudin, Ustadz E. Ijudin Ma’mun, Ustad Sholih Bajuri, Ustadz Ahmad Dudung, Ustadz Asep Yana, Ustadz Usep Saepurohman, Ustad Uu Amarullah, dan Ustadz Undang. Sedangkan untuk bidang dakwah telah melahirkan 14 Majelis Ta’lim yang tersebar se-Kecamatan Cibatu, dan Lebih Khusus lagi dengan Pengajian umum di Mesjid Besar Kecamatan Cibatu pada setiap 3 bulan satu kali.

Kini, setelah lima puluh tahun, amal nyata itu berbuah manis, alhamdulillah mewujudkan:

  • 4 pesantren resmi bernomor PP: PPI Cikarag (No. 81), PPI Kondang Kertajaya (No. 193), PPI Al-Manar selaawi  (No. 324), PPI Al-Huda wedasari (No. 254).
  • 6 TK/RA, 6 Madrasah Diniyah, 4 MI/SD, 2 MTs, 1 MA/Mu‘allimien, dan rintisan IAI Persis.
  • ±1200 santri dan ±120 asatidz yang berkhidmat untuk agama.

Di bidang jam‘iyah, Persis Cibatu juga melahirkan cabang-cabang baru, dengan menjadi inisiator berdirinya PC baru di Garut utara diantaranya : PC Persis Kersamanah dengan tokoh utama Ustadz Dedeng, dan PC Persis Selaawi. Dengan Tokoh Utama Drs. H. Djadja Sudarja. Sementara di internal Cibatu, kini terdapat 8 Pimpinan Jamaah Persis ( mencakup wilayah 4 desa dari 11 desa yang ada di kecamatan Cibatu),  antara lain : PJ Cikarag (1975) dengan tokoh seperti tersebut di atas, PJ Wedasari (1980) dengan tokoh  M Hasan dan Ustadz Habib Rusman, H. Ata, H. Koko, Adang, PJ Selaawi (1980), dengan Tokoh-tokoh Entis Sutisna, Ali, Ucu Kamaludin, M. Empud. PJ Jatijajar (1990), dengan tokoh Ustadz Ucu Supriatna, Patah, PJ Nangor (1990) dengan tokoh Abar, PJ. Kondang Kertajaya (1995), dengan tokoh-tokoh utama : Tabii, H. Atwaji, Etong, Rohadi, H. Ade, Entang, Atang,  Sulaha, Nana Suryana, dll, serta dua jamaah baru di tahun 2023: PJ Cadas Bodas dan PJ Kondang Sukalilah.

Namun, dalam kurun waktu lima puluh tahun dakwah ini bukan tanpa kekurangan. Kami sadar masih banyak keterbatasan SDM dan dana, dan belum sepenuhnya mampu meningkatkan kualitas umat sebagaimana cita-cita para pendiri. Tetapi satu hal yang tidak pernah padam adalah semangat jihad dakwah fi sabilillah.

Kini, pada Muscab XI Persis Cibatu, kita semua dipanggil untuk melanjutkan estafet perjuangan ini. Mari kita kokohkan jam‘iyah, pererat ukhuwah, dan bersama-sama membawa Persis Cibatu menuju masa depan yang lebih maju, bermutu, dan penuh manfaat bagi umat dan bangsa. Wallohu’alam.


Catatan:

6 serangkai Perintis PC. Persis Cibatu (1974) :

1. M. Sulaeman
2. Dudung Mahfudin
3. Empar
4. Munir
5. Tajudin
6. Ali Jumyati


Ketua PC

1. Ust. Hasan
2. Ust. H. Muhtar
3. Ust. Udin
4. Ust. U. abdulloh
5. Ust. Komarudin (periode 2 th 75)
6. Ust. Dudung
7. Ust  Dadang
8. Ust. U. Abdulloh 
9. Ust. Dadang Nasrullah
10. Ust. Oyok Sulaeman
11. Ust. Dadang Nasrullah


Tokoh dibalik layar

1. Ki Empar
2. Bpk. Udin Tajudin
3. Bpk. Ali Jumyati
3. Bpk. Munir
4. Bpk. Olih 
5. Bpk. Entis

2 komentar:

  1. Selamat Datang Blog PC Persis Cibatu Sebagai era baru bagi dakwah digital PC Persis Cibatu, menuju Cibatu yang Maju dan Bermutu, Allohu Akbar.

    BalasHapus