SEBUAH RENUNGAN DAN INSTROSPEKSI DIRI DALAM SEPI
“Hujan Bukan Tanda Murka, Tapi Tanda Cinta Allah”
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
Saudaraku seiman,
Kadang hati kita lemah…Kita sudah bertekad ingin menghidupkan agama Allah, ingin hadir di majelis dakwah, ingin menggerakkan umat. Tapi saat semangat sedang tinggi, langit justru menurunkan hujan.
Rencana seakan tertunda, langkah terasa berat, dan hati pun bertanya pelan: “Ya Allah, mengapa di saat niatku baik, Engkau turunkan hujan?”
Lalu muncul rasa takut... “Apakah ini tanda Engkau tidak meridhai langkahku?”
Astagfirullah… Jangan, saudaraku… jangan biarkan syaitan menanamkan su’uzan kepada Allah.
Karena hujan bukan tanda murka, tapi tanda cinta.
Allah berfirman:
وَهُوَ الَّذِي يُنَزِّلُ الْغَيْثَ مِنْ بَعْدِ مَا قَنَطُوا وَيَنْشُرُ رَحْمَتَهُ ۚ وَهُوَ الْوَلِيُّ الْحَمِيدُ
“Dialah yang menurunkan hujan setelah manusia berputus asa, lalu menyebarkan rahmat-Nya. Dialah Pelindung dan Maha Terpuji.” (QS. Asy-Syura: 28)
Jadi kalau hujan turun di saat engkau ingin berjuang, mungkin Allah sedang berkata padamu:
“Aku turunkan hujan bukan untuk menghentikanmu, tapi untuk melihat apakah engkau tetap melangkah dalam basah.”
Saudaraku,
Para nabi pun diuji di saat semangatnya sedang tinggi. Nabi Nuh berdakwah 950 tahun tapi jamaahnya hanya segelintir. Nabi Musa diuji di laut, Nabi Ibrahim diuji di api, dan Nabi Muhammad ﷺ diuji di hujan darah dan air mata.
Namun mereka tetap berkata:
وَعَجِلْتُ إِلَيْكَ رَبِّ لِتَرْضَىٰ
“Aku bersegera kepada-Mu, ya Rabb, agar Engkau ridha.” (QS. Thaha: 84)
Mereka tidak bertanya “mengapa Engkau turunkan ujian, ya Allah”, tapi berkata, “Engkau ingin aku lebih dekat, bukan lebih mundur.”
Saudaraku,
Rasulullah ﷺ bersabda dalam hadits Qudsi:
“Aku sesuai dengan prasangka hamba-Ku kepada-Ku.” (HR. Bukhari & Muslim)
Maka jangan pernah berprasangka buruk kepada Allah. Kalau engkau berkata: “Mungkin Allah ingin menguji ketulusanku,” maka sungguh Allah sedang membersihkan hatimu.
Terkadang Allah menutup langit agar engkau menatap ke dalam hati. Terkadang Allah menurunkan hujan agar niatmu kembali jernih.
Dan di saat engkau duduk sendirian, kecewa karena majelis sepi, ketahuilah, mungkin malaikat sedang berbaris di langit, menyaksikan langkahmu yang tulus dan berkata:
“Inilah hamba yang tetap berjalan meski di bawah hujan.”
Jadi, jangan bersedih, Langit boleh gelap, tapi hatimu tetap harus bercahaya. Hujan boleh turun deras, tapi semangatmu jangan padam. Karena Allah tidak melihat berapa banyak yang hadir, tapi berapa dalam cinta dan sabarmu kepada-Nya.
وَاللَّهُ لَا يُضِيعُ أَجْرَ الْمُحْسِنِينَ
“Allah tidak akan menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik.” (QS. At-Taubah: 120)
Hujan bukan penghalang dakwah, tapi penyuci niat para pejuang. Teruslah melangkah, walau sendiri, karena langkahmu disaksikan oleh langit dan dicatat oleh malaikat.
Hujan bukan tanda Allah menolakmu, tapi tanda Allah sedang menguji cintamu. Karena cinta sejati kepada Allah bukan diuji di panggung cerah, tapi di bawah langit yang mendung.
Allah Ta‘ala berfirman:
قُلْ إِنْ كَانَ آبَاؤُكُمْ وَأَبْنَاؤُكُمْ وَإِخْوَانُكُمْ وَأَزْوَاجُكُمْ وَعَشِيرَتُكُمْ وَأَمْوَالٌ اقْتَرَفْتُمُوهَا وَتِجَارَةٌ تَخْشَوْنَ كَسَادَهَا وَمَسَاكِنُ تَرْضَوْنَهَا أَحَبَّ إِلَيْكُمْ مِنَ اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَجِهَادٍ فِي سَبِيلِهِ فَتَرَبَّصُوا حَتَّىٰ يَأْتِيَ اللَّهُ بِأَمْرِهِ ۗ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْفَاسِقِينَ
“Katakanlah (wahai Muhammad): Jika bapak-bapakmu, anak-anakmu, saudara-saudaramu, istri-istrimu, keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatirkan merugi, dan rumah-rumah yang kamu sukai — lebih kamu cintai daripada Allah, Rasul-Nya, dan berjihad di jalan-Nya — maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik.” (QS. At-Taubah: 24)
“Kalau petani saja tetap ke sawah walau tanah becek, Dan pedagang tetap buka warung walau gerimis, mengapa pejuang dakwah harus berhenti karena hujan? Bukankah pahala kita justru tumbuh di bawah langit yang meneteskan rahmat?” Wallohu’alam.
اللهم اجعل أعمالنا خالصة لوجهك الكريم.
Ya Allah, jadikan setiap langkah kami ikhlas karena-Mu.
آمين يا رب العالمين.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar